Hadits 60 Kitabul Adab shahih Bukhari

Hadits Imam Bukhori Nomor 6030
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ يَهُودَ أَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا: السَّامُ عَلَيْكُمْ، فَقَالَتْ عَائِشَةُ: عَلَيْكُمْ وَلَعَنَكُمْ اللَّهُ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ. قَالَ: « مَهْلًا يَا عَائِشَةُ عَلَيْكِ بِالرِّفْقِ وَإِيَّاكِ وَالْعُنْفَ وَالْفُحْشَ » قَالَتْ: أَوَلَمْ تَسْمَعْ مَا قَالُوا ؟ قَالَ: « أَوَلَمْ تَسْمَعِي مَا قُلْتُ رَدَدْتُ عَلَيْهِمْ فَيُسْتَجَابُ لِي فِيهِمْ وَلَا يُسْتَجَابُ لَهُمْ فِيَّ »
Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa sekelompok orang Yahudi datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sambil berkata; “Kebinasaan atasmu.” Maka Aisyah berkata; “Semoga atas kalian juga, dan semoga laknat dan murka Allah juga menimpa kalian.” Beliau bersabda: “Tenanglah wahai Aisyah, berlemah lembutlah dan janganlah kamu bersikap kasar dan janganlah kamu berkata keji.” Aisyah berkata; “Apakah anda tidak mendengar apa yang mereka katakan?” Beliau bersabda: “Tidakkah kamu mendengar apa yang saya ucapkan, saya telah membalasnya, adapun doaku akan dikabulkan sementara doa mereka tidak akan diijabahi.”
Kesimpulan dan Pelajaran:
1. Lafal hadits ini sangat mirip dengan hadits no 54 yang sudah dibahas sebelumnya kecuali sedikit tambahan di bagian akhir haditsnya
2. Kebencian dan permusuhan kaum Yahudi kepada Rasulullah shallallohu alaihi wasallam secara khusus dan kaum muslimin secara umum
3. Kelicikan dan makar kaum Yahudi, dimana mereka sering menunjukkan kedekatan dan persahabatannya kepada ummat Islam akan tetapi pada hakikatnya mereka berupaya untuk menggelincirkan dan membinasakan kita tanpa kita sadari
4. Setiap muslim seharusnya mengerti dan menyadari akan tipu daya serta makar kaum Yahudi
5. Membantah kebatilan hendaknya dengan kepala yang dingin dan tidak melampaui cara dan etika yang diajarkan oleh Rasulullah shallallohu alaihi wasallam
6. Anjuran untuk memberikan arahan dan nasihat kepada saudara kita yang berlebihan dalam menyikapi dan membantah kebatilan
7. Allah azza wa jalla menyukai sifat kelembutan dalam segala urusan kita terutama dalam berinteraksi dengan orang lain
8. Sifat tenang dan kelembutan serta menjauhi kekerasan dan kekejian juga disunnahkan dan diperintahkan dalam membantah kebatilan
9. Bolehnya bagi seorang murid untuk menjelaskan alasan perkataan atau perbuatannya yang mendapat teguran dari gurunya
10 Dalam membantah dan menyikapi kebatilan tidak cukup dengan semangat dan ghirah yang menggelora namun yang terpenting dari itu adalah tepatnya sesuai dengan tuntunan dan contoh dari Rasulullah shallallohu alaihi wasallam
11. Cara menjawab salam dari orang Yahudi adalah cukup dengan membaca, “Wa alaikum”
12. Perlunya berprasangka baik kepada para ulama karena kadang kita menyangka mereka terkesan lamban atau kurang tegas namun ternyata itulah hikmah dan itulah sikap yang lebih benar dan tepat
13. Doa-doa orang kafir tidak diterima oleh Allah azza wa jalla

Sumber : https://www.facebook.com/muhammadyusrananshar
Arman Tobadak

Arman Tobadak

Diberdayakan oleh Blogger.